Minggu, 22 Mei 2011

LEBAH 4 - Pendahuluan 2

LEBAH 4 - Pendahuluan 2

Beekeeper at hive


Introduction to How Bees Work

The sheer number of bees in colonies 
and swarms led some to believe 
that bees reproduced spontaneously.


In the creation story of the Kalahari Desert's San people, a bee carries a mantis across a river. The river is wide, and the exhausted bee eventually leaves the mantis on a floating flower. The bee plants a seed in the mantis's body before dying, and the seed grows into the first human.
The San are not the only people to include bees in their myths and stories. According to Egyptian mythology, bees were created when the tears of the sun god Ra landed on the desert sand. The Hindu love god Kamadeva carries a bow with a string made of honeybees. Bees and their hives appear in religious imagery and royal regalia in multiple cultures, and people around the world use honey and pollen in folk medicine and religious observances.
The idea that there is something divine or mystical about bees isn't confined to religion and mythology. Until the 17th century, many people, including beekeepers, thought that bees reproduced spontaneously, without the aid of sexual reproduction. But in the 1660s, Jam Swammerdam examined a queen bee through a microscope and discovered female sex organs. Around the same time, Francesco Redi proved that maggots formed in meat only when flies had landed there. It became clear that bees and other insects reproduced by laying eggs, not by magic.

Even though they do not reproduce through autogenesis, or spontaneous generation, bees do exhibit many other traits found in stories and myths -- traits that have led many cultures to view them with reverence or awe. This is particularly true of social bees, or the species that live in colonies. Social bees are organized, industrious and intelligent. They work diligently all summer in order to produce enough food to survive the winter. Social bees are clean and fastidious, and they arrange their lives around one central member of the hive -- the queen.

But most bees aren't social. They don't live in hives or work together to support a queen. In this article, we'll look at how social bees are different from solitary bees. We'll also explore how bees make honey and examine the potential causes and effects of Colony Collapse Disorder.

http://animals.howstuffworks.com/insects/bee.htm  


Lebah


Lebah pekerja (mason bee) adalah makhluk hidup yang menarik perhatian karena ketelitian yang ditunjukkannya dalam membangun sarang. Saat lebah betina yang ingin membangun sarang menemukan tempat yang sesuai, dia membersihkan tempat itu. Tetapi, untuk membangun sarang, lebah ini harus menemukan sumber lumpur lebih dulu. Jika tidak dapat menemukan lumpur, lebah mencari tanah yang bertekstur halus dan mengubahnya menjadi adonan lembut dengan cara mencampurkan tanah itu dengan air liurnya.
Lebah pekerja memulai pembangunan sarangnya dengan meraup sepotong lumpur dari tanah dengan rahangnya. Lebah membawa lumpur di antara kaki-kakinya dan mencetaknya menjadi bentuk pelet (butiran). Lebah menambahkan lumpur lagi ke pelet. Kemudian, sambil membawa pelet dengan rahangnya, lebah betina kembali ke sarangnya.
Setibanya di tempat yang telah dipilihnya untuk membangun sarang dengan lumpur itu, dia tidak segera memulai pekerjaan dengan acak-acakan dan serampangan. Para lebah pekerja selalu bekerja menurut rencana yang jelas saat membangun sarangnya yang mirip terowongan. Sejalan dengan rencana ini, lebah pekerja menggunakan muatan lumpur yang pertama untuk membangun sekat belakang dari ruang atau sel pertama yang akan menjadi ujung buntu terowongan. Kemudian, lebah akan menyusun lumpur dalam bentuk bulan sabit pada jarak tertentu dari sekat tadi. Ini menandai tempat bagi sekat berikut yang akan dibangunnya setelah lebah menempatkan telurnya di lubang sel yang pertama.
Setelah lubang ini selesai dibangun, lebah pekerja mulai mengumpulkan makanan untuk disimpan di sana. Dalam perjalanan pertamanya, lebah ini menempatkan serbuk sari di bagian belakang sarang.
Pada perjalanan berikutnya, lebah meninggalkan madu berbentuk pasta tebal yang dibuatnya dengan rahangnya, di atas serbuk sari yang ditinggalkannya dari perjalanan sebelumnya. Dengan cara ini, lebah merampungkan persiapan awal untuk telur yang akan diletakkannya.
Segera setelah meninggalkan muatan serbuk sari terakhir di sarang, lebah mulai bertelur. Setelah bertelur, lebah betina mulai membangun dinding untuk sekat lumpur lain yang telah ditandai sebelumnya. Secara berurutan, lebah melanjutkan proses bertelur dan pembangunan sel sampai lubang-lubang sel tersebut membentuk barisan. Lubang-lubang sel ini memiliki struktur yang standar. Setiap lubang berisi sebutir telur dan persediaan makanan dan dipisahkan dari lubang di sebelahnya dengan dinding lumpur.Pada setiap tahap pembangunan sarang ini kita dapat melihat adanya kebijaksanaan dan kecerdasan yang nyata di balik perilaku lebah tukang batu [bricklayer bees] ini. Dalam sebuah ayat, Allah memberitakan kepada kita bahwa lebah adalah makhluk yang bertindak dengan ilham dari Allah. Sebenarnya, bukan hanya lebah, tetapi semua makhluk hidup di alam semesta diberi ilham oleh Allah, Yang Mahakuasa, Yang Maha Bijaksana.
Setelah lubang yang terakhir selesai dan ditutup, lebah betina membangun ruang kosong di antara lubang telur yang terakhir dengan jalan masuk ke sarang, dan akhirnya menutup jalan masuk ini dengan sumbat yang lebih tebal daripada sekat lubang biasa. Sumbat ini menghalangi makhluk lain bersarang di depan sarang lebah ini, karena dapat mengurung bayi-bayi lebah di dalam lubang dan menyebabkan mereka mati.

http://filsafat.kompasiana.com/2011/03/09/lebah/ 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar