Minggu, 22 Mei 2011

PENYERBUKAN 2 - 授粉 - Pollination

PENYERBUKAN 2 - 授粉 - Pollination

Bumble bee pollination of flower Salvia pratensis.


Lebah dan penyerbukan

Lebah membantu penyerbukan bunga dengan mengumpulkan serbuk sari pada satu bunga dan membawanya ke bunga lain. Ini bukanlah prosedur kebetulan

Lebah tidak kebetulan menggosok serbuk sari. Serbuk sarinya melompat ke tubuh lebah di bunga pertama dan melompat pergi darinya di bunga kedua. Apa yang menyebabkan serbuk sari melompat?
Setelah seekor lebah meninggalkan sarangnya, ia biasanya bermuatan positif selama terbang di udara. Saat lebah melayang di dekat putik sebuah bunga, yang secara listrik bermuatan netral, medan listrik karena keberadaan lebah menghasilkan muatan induksi di sebagian serbuk sari bunga tersebut. Aslinya serbuk sari ini netral namun medan listrik lebah menyebarkan muatan serbuk: sebagian elektronnya berpindah ke sisi yang menghadap sang lebah, berusaha sedekat mungkin dengan lebah yang bermuatan positif. Gerakan ini membuat bagian jauh serbuk sari bermuatan positif. Serbuk sari ini masih netral, namun sekarang muatan negatif ada di sisi dekat lebah dan muatan positif di sisi jauhnya.
Sisi negatif tertarik menuju ke sang lebah; sisi positif di dorong oleh sang lebah. Karena sisi negatif lebih dekat ke lebah, gaya tarik menang dan serbuk sari melompat melewati udara dan mendarat di tubuh lebah. Tepatnya ia mendarat di bulu sang lebah. Bila ia menyentuh tubuh lebah yang bermuatan, ia akan kehilangan elektronnya. Lalu serbuk sari menjadi bermuatan positif, sehingga ia akan ditolak lepas dari lebah, dan tidak akan pernah menempuh perjalanan ke bunga selanjutnya.
Pengiriman serbuk ke bunga selanjutnya terjadi saat lebah berada di dekat putik bunga, yang terhubung secara listrik ke tanah. Medan listrik sang lebah menarik elektron di putik sedekat mungkin dengan lebah, membuat bagian atas putik bermuatan positif. Serbuk sari di tubuh sang lebah masih tertarik menuju muatan yang tersebar di tubuh lebah, namun kini ia lebih kuat ditarik oleh muatan terkonsentrasi di puncak putik. Karenanya, sang serbuk melompat dari lebah ke putih, dan menyerbuki sang bunga.

http://www.faktailmiah.com/2010/10/16/lebah-dan-penyerbukan.htmlm  


LEBAH, Mengganggu atau Membantu Penyerbukan

Ada pemahaman yang berbeda di masyarakat tani tentang lebah yang ada di areal perkebunannya. Masyarakat Indonesia banyak yang menganggap lebah madu sebagai hama tanamannya. Sehingga sebagian masyarakat akan mengusir lebah madu yang masuk ke areal perkebunannya. Atau kalau diizinkan maka diminta sewa lahan sebagai tempat beternak lebah yang bisa sangat mahal.
“Hal ini tentu sangat berbeda dengan peternak lebah madu di luar negeri. peternak lebah justru dicari untuk membantu penyerbukan perkebunan dan diberi upah karena telah membantu meningkatkan hasil produksi pertaniannya,” katanya.

http://www.sinartani.com/ternak/lebah-mengganggu-atau-membantu-penyerbukan-1297926694.htm   


Lebah Madu untuk Penyerbukan Tanaman

oleh : Ahmad Sanusi NasutionE-mail/fb: sanusi_eneste@yahoo.com
Lebah bukan satu-satunya serangga yang bertugas memperlancar penyerbukan bunga. Namun ia merupakan serangga satu-satunya, yang dalam menjalankan tugasnya, tidak menimbulkan akibat samping yang merugikan tanaman. Berbeda dengan kupu-kupu misalnya, tak ada yang menyangkal bahwa kupu-kupu yang mengisap madu itu mampu membantu menempelkan serbuk sari pada kepala putik sebuah bunga, dan itu akan mempermudah proses pembentukan buah. Tapi kupu-kupu menuntut balas jasa yang kadang kelewat mahal. Ratusan butir telurnya yang menempel pada daun, akan menetas menjadi ulat yang rakus mengunyah daun tanaman. Tanaman bukannya untung tapi malah buntung dalam arti sebenarnya (Tim Redaksi Trubus,1993). Begitu juga dengan semut yang terkenal sebagai pengumpul madu, namun semut sering membuat sarang pada bagian tanaman misalnya bersarang pada daun, sehingga daunnya menjadi terlipat. Hal yang sama juga pada beberapa jenis burung yang mempunyai paruh runcing dan cakar yang tajam, sering kali paruhnya yang runcing dan cakar yang tajam ini mengoyak kelopak bunga,membuat tangkai bunga tak sanggup menahan beban. Lebah madu jauh dari sifat merusak seperti yang disebutkan itu. Ia sama sekali bukan hama tanaman, tapi malah membantu menaikkan produksi. Lebah merupakan serangga penyerbuk (polinator) tanaman yang paling penting di alam dibandingkan angin, air, dan serangga lainnya. Banyak peneliti mengungkapkan bahwa terdapat kenaikan produksi jika sejumlah koloni lebah diletakkan di sekitar lokasi tanaman. Produksi apel meningkat sebesar 30-60%, jeruk 300-400%, dan anggur 60-100%. Terdapat simbiosis mutualisme antara lebah dan bunga tanaman. Lebah mendapatkan nektar dan polen dari bunga, sedangkan bunga dibantu penyerbukannya oleh lebah (Rusfidra dan Liferdi). Kenaikan produksi akibat penyerbukan lebah disuatu areal perkebunan paling sedikit 15%, bahkan ada yang bisa 70%. Angka yang luar biasa. Menurut catatan Tim Trubus (1993), dulu di Bogor, pernah dicoba penggembalaan lebah madi di kebun mentimun. Ternyata hasil mentimun per hektar menjadi 19,5 ton, padahal tanpa bantuan lebah hanya 12 ton. Menurut Sumoprastowo dan Suprapto (1993) Kenaikan produksi dengan bantuan penyerbukan oleh lebah mencapai; kebun kapas 25%, kebun buah-buahan 25-50%, kebun bunga matahari 50-60%, kebun mentimun 62,5%. Lebah madu tidak menuntut macam-macam, jika dalam peternakan ia hanya butuh kandang berupa stup (kotak). Soal makanan mereka akan mencari sendiri, dan pemilik dipersilakan memeras sendiri madu yang berhasil dikumpulkan para lebah pekerja. Diantara jenis serangga yang ada, lebah madu dianggap sebagai serangga penyerbuk yang paling penting. Anggapan dasar yang dijadikan dalam hal ini adalah, pertama, lebah madu dapat melakukan penyerbukan paling efisien; kedua, populasi lebah madu dalam koloni mudah diatur baik jumlah maupun waktu untuk keperluan penyerbukan tersebut. Sangat efisiennya lebah madu dalam menyerbukkan bunga tanaman disebabkan badan serangga tersebut dilengkapi dengan organ semacam rambut atau bulu-bulu yang tumbuh lebat baik pada badan maupun kakinya sehingga dapat mengangkut tepung sari dalam jumlah besar serta selanjutnya memindahkan tepung sari ke kepala putik dalam jumlah cukup. Aktivitas lebah tersebut dilakukan secara tidak sengaja pada saat pencarian nektar dan tepung sari sebagai pakan untuk koloninya, bagian kaki lebah madu yang penuh rambut tersebut disebut poolen basket (Ashari,2004). Lebah memiliki organ khusus untuk mengambil nektar, yang disebut probosis. Lebah memiliki probosis, bentuknya seperti belalai pada gajah. Probosis memiliki kemampuan mengisap cairan nektar pada bunga. Aktivitas terbang lebah mengumpulkan nektar dan polen berlangsung sejak pagi sampai sore hari. Pollen atau tepung sari bunga diperoleh dari bunga yang dihasilkan oleh bunga sebagai sel-sel kelamin jantan pada tumbuhan. Pollen diperlukan oleh lebah madu terutama sebagai sumber protein dan lemak, dan sedikit karbohidrat dan mineral. Menurut Hasanuddin (2003), Lebah madu mempunyai alat dan cara khas untuk mengumpulkan dan membawa pollen dari bagian bunga, yaitu dengan menggunakan mulut, lidah dan hampir semua bagian-bagian tubuh untuk memanen butir-butir pollen yang ukurannya sangat kecil (0.01-0,1 mm) dan menggunakan sebuah keranjang khusus yang disebut pollen basket di kaki belakang untuk membawa pollen dalam bentuk pelet ke sarang. Lebih lanjut Ashari (2004) mengatakan beberapa faktor yang harus dipertimbangakan dalam menggunakan lebah madu untuk tujuan membantu penyerbukan tanaman, diantaranya jumlah lebah per stup (strength of colony), potensi lebah (inspection of hive strength), jumlah stup lebah (number of bee hives), ketersediaan stup (availability of bee hives), dan penempatan stup (timing of the introduction of hives).

http://sanoesi.wordpress.com/2009/05/05/lebah-madu-untuk-penyerbukan-tanaman/    



Hebatnya Lebah Madu untuk Penyerbukan


Beberapa tanaman buah-buahan, sayur-sayuran, dan tanaman industri (vanili, kelapa sawit, dan kurma) memerlukan bantuan serangga dan manusia dalam penyerbukannya. Penyerbukan yang kurang sempurna menyebabkan berkurangnya hasil atau tertundanya panen selain menghasilkan buah bermutu rendah (inferior). Manajemen budidaya tanaman yang baik dan dapat dikatakan benar apabila memenuhi beberapa persyaratan, antara lain dalam hal teknis budidaya (kultur teknis), penggunaan bibit mutu tinggi/unggul, pemberian pupuk yang tepat jenis, tepat dosis, dan tepat waktu pemberantasan hama dan penyakit yang tepat waktu, pemberantasan gulma, dan pemberian air yang memadai.
Khusus untuk kelompok tanaman yang memerlukan bantuan serangga penyerbuk maka jumlah serangga harus seimbang dengan populasi tanaman yang ada sehingga proses penyerbukan berjalan lancer dan efisien. Diantara jenis serangga yang ada, lebah madu dianggap sebagai serangga penyerbuk yang paling penting. Anggapan yang dijadikan dasar dalam hal ini ialah: pertama, lebah madu dapat melakukan penyerbukan paling efisien; kedua, populasi lebah madu dalam koloni mudah diatur baik jumlah maupun waktu untuk keperluan penyerbukan tersebut.
Sangat efisiennya lebah madu dalam menyerbukkan bunga tanaman disebabkan badan serangga tersebut dilengkapi dengan organ semacam rambut atau bulu-bulu yang tumbuh lebat baik pada badan maupun kakinya sehingga dapat mengangkut tepung sari dalam jumlah besar serta selanjutnya memindahkan tepung sari dalam jumlah cukup. Aktivitas lebah tersebut dilakukan secara tidak sengaja pada saat pencarian nectar dan tepung sari sebagai pakan dan koloninya. Bagian kaki lebah madu yang penuh rambut tersebut disebut pollen basket.

http://www.agrilands.net/read/full/agriwarta/2010/11/17/hebatnya-lebah-madu-untuk-penyerbukan.html     


Faktor yang Harus Dipertimbangkan Menggunakan Lebah Madu untuk Penyerbukan


Populasi lebah madu dalam koloni dapat diatur. Dengan populasi tersebut, dapat ditentukan keperluan untuk penyerbukan tanaman dalam suatu luasan tertentu. Apabila jumlah tanaman yang sedang dan akan berbunga juga diketahui, dapat ditentukan secara pasti berapa jumlah sarang yang diperlukan dalam tugas penyerbukan tersebut.
Dengan stup lebah yang mudah dipindahkan (portable), sangat memungkinkan untuk membawa stup tersebut ke tempat tanaman yang menjadi target penyerbukan sewaktu-waktu. Selain itu, pemindahan stup dimaksudkan juga untuk menghindari lebah dari bahaya pestisida yang kebetulan sedang digunakan untuk memberantas hama dan penyakit.
Sekalipun serangga local selalu ada di setiap lokasi dan dapat membantu menyerbukkan tanaman setempat, namun suatu saat, populasinya akan berkurang karena sesuatu sebab (racun, kebakaran, atau dimakan predator). Akibatnya, penempatan lebah madu dalam jumlah tertentu dapat dilakukan untuk mengatasi rendahnya populasi lebah local. Dengan demikian, proses penyerbukan bunga tidak akan mengalami hambatan yang berarti.
Untuk itu, untuk penggunaan lebah madu untuk tujuan membantu penyerbukan tanaman, perlu diketahui faktor-faktor yang harus dipertimbangkan ialah:
Jumlah lebah per stup (strength of colony), potensi lebah (inspection of hive srength), jumlah stup lebah (number of bee hives), ketersediaan stup (availability of bee hives), dan waktu penempatan stup (timing of introduction of hives).

http://www.agrilands.net/read/full/agriwacana/2010/11/17/faktor-faktor-yang-harus-dipertimbangkan-menggunakan-lebah-madu-untuk-tujuan-penyerbukan-tanaman.html      



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar