Minggu, 22 Mei 2011

SERANGGA PENYERBUK

SERANGGA PENYERBUK


Stigma and Pollen Tubes of Lilium martagon

Fig.1 – Red staining cells are the secretory cells 
present in many stigmas. 
These form a region receptive 
to pollen tube growth 
and extend down to the ovary. 
Fig.2 – Cross sections down the style. 
Fig.3 – Cross section of ovary. Three Carpels. 
Fig. 4&5 – Germinating Pollen. 
Fig. 6 – Ovule.


Serangga penyerbuk


Pollinator alami sangat bermanfaat dalam memindahkan polen ke kepala putik (pollination). Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah suatu jenis tanaman dalam penyerbukannya memerlukan bantuan serangga/lebah atau tidak. Agar peran serangga penyerbuk lebih terlihat manfaatnya, lebah tersebut harus dikurung bersama tanaman yang akan diuji. Perlakuan selanjutnya dapat disusun sebagai berikut.
  1. Tanaman dan lebah dimasukkan bersama-sama dalam satu sangkar besar (glass house bertutupkan rajutan jala rapat).
  2. Tanaman diperlakukan seperti pada nomor 1 hanya tidak diberi lebih.
  3. Tanaman dibiarkan tumbuh di tempat terbuka dan ditempatkan di sekitar nomor 1 dan 2, tanpa jala rajut, sehingga memperoleh bantuan penyerbukan dari serangga pollinator lainnya.
  4. Semua hasil pengamatan dicatat dengan cermat, misalnya berat biji, jumlah polong, atau buah per jala rajut dan nilai fruit set nya. Apabila perlakuan 2 memberikan hasil yang tidak berbeda dengan perlakuan 1 dan 3, tanaman tersebut tidak memerlukan bantuan penyerbukan. Sebaliknya, apabila nilainya berbeda nyata, dalam hal ni lebih rendah, penyerbukan dengan bantuan lebah sangat dibutuhkan.
Serangga penyerbuk yang penting dalam budidaya tanaman adalah lebah soliter (solitary bees), bumble bees, dan lebah madu. Jenis serangga lain selain lebah juga ditengarai membantu dalam proses penyerbukan tanaman. Jumlah serangga tersebut tidak seberapa. Serangga minoritas tersebut, biasanya, kurang efisien dalam membantu penyerbukan karena badannya tidak dilengkapi dengan aksesori pemuat polen (badan dan kakinya tidak berambut). Karena itu, tepung sari (polen) yang terbawa pada badannya hanya sedikit sehingga kurang efisien dalam penyerbukan silang. Selain itu, serangga minoritas tersebut hanya mencari makan untuk dirinya sendiri, tidak untuk anak maupun temannya. Dengan demikian, jumlah polen yang terbawa sangat terbatas. Atas dasar itulah, peran serangga minoritas dalam penyerbukan tanaman dapat dikatakan hanya bersifat tambahan atau suplemen. Serangga suplemen tersebut termasuk golongan dipteral (bersayap sepasang) misalnya dari genus Eristalis, Syrphus, Platycheirus, Rhingia, Calliphora, Lucilia, Sacophaga, Bibio, Dilophus, dan Bambylius.
Apabila jumlah tanaman yang berbunga tidak banyak, serangga local yang mengunjungi bunga tersebut sudah cukup dalam membantu penyerbukan. Namun demikian, apabila dalam areal yang sangat luas dengan jumlah tanaman berbunga sangat banyak, terlebih lagi apabila pada areal tersebut merupakan pusat produksi tanaman tertentu, penyerbukan kurang efisien tanpa bantuan serangga lain dalam jumlah yang banyak.

http://www.agrilands.net/read/full/agriwacana/2010/11/17/seranga-penyerbuk.html       


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar